Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Karya Sastra, Jenis, Bentuk, dan Fungsinya

Pengertian Karya Sastra 

Karya sastra merupakan karya yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.


Jenis-Jenis Karya Sastra


Ada pula jenis- jenis karya sastra yang terdiri dari :

1. Puisi/ Sajak
Puisi adalah karya sastra yang terikat oleh bait dan larik, kata-katanya singkat tetapi kaya makna, kata-katanya tidak pulgar tetapi terbungkus oleh gaya bahasa, baik yang klise ataupun yang tidak klise. Penyair kita yang terkenal adalah Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S. Rendra, Sutaji Kalsum Bachri, dsb.

2. Pantun
Pantun adalah puisi lama yang berasal dari daerah Melayu Sumatera, pantun terikat oleh baris dan sajak pada tiap barisnya, dengan rumus abab. Pada baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat adalah merupakan isi.
Contoh pantun yaitu :

Buah duku jatuh di semak
semak dibuka duku di mana
Apa gunanya berilmu banyak
Tidak sembahyang apalah guna

3. Roman
Roman adalah cerita rekaan yang menceritakan kisah hidup seorang anak manusia dari kecil sampai meninggal dunia, atau dari bayi sampai dewasa. Roman adalah karya sastra lama.
Contoh roman adalah : Layar Terkembang, Siti Nurbaya.

4. Novel
Novel adalah karya sastra yang berbentuk cerita rekaan yang mengisahkan hidup seseorang yang diangap  berkesan. Misalnya hanya menceritakan masa remaja sampai dewasa. Novel adalah termasuk karya sastra modern.
Contoh Novel adalah : Gita Cinta dari SMA, Merahnya Merah, dsb.

5. Cerpen
Cerpen yaitu singkatan dari cerita pendek, yang biasanya terdiri dari 2 - 5 lembar kertas polio atau ukuran F4. Cerpen hanya menceritakan kejadian yang paling berkesan yang menimpa tokoh cerita utama. Contoh Cerpen yaitu : Kunang-kunang dari Mahakan.
Cerpen umumnya ceritanya lebih singkat dibandingkan dengan Novel.

6. Dongeng
Dongeng adalah cerita lama yang tidak diketahui pengarangnya alias anonim, diceritakan hanya dari mulut ke mulut.
Contoh dongeng adalah : Si Kancil dan Buaya, Kura-kura dan Monyet, dsb.

7. Legenda
Legenda yaitu suatu cerita yang menceritakan asal usul suatu tempat atau cerita tentang kerajaan jaman dahulu.
Contoh Legenda : Sangkuriang, asal usul Gunung Tangkuban Perahu, Damar Wulan, Prabu Siliwangi, dsb. Sekarang cerita-cerita legenda banyak yang sudah difilmkan.

8. Naskah Drama
Naskah drama adalah cerita yang lengkap dengan adegan dan dialog para tokoh cerita. Dalam drama para pelaku cerita diatur baik bagaimana berbicaranya dan bagaimana adegannya, serta mimik mukanya. Drama biasanya diawali dengan prolog. Selain dialog antara para pelaku ada juga monolog tokoh cerita. Monolog adalah tokoh cerita berbicara dengan dirinya sendiri.
Contoh Naskah drama adalah Malin Kundang, Bawang Merah dan Bawang Putih, dsb.

Bentuk Karya Sastra

Berdasarkan pada bentuknya maka karya sastra secara umum dibagi ke dalam 3 kelompok besar, yakni:

1. PROSA adalah karangan yang sifatnya bebas karena tak terikat pada irama, rima, bentuk atau pun jumlah suku kata juga baris. Prosa datang dalam berbagai jenis seperti prosa fiksi misalnya yakni roman, cerpen dan novel.

2. PUISI adalah karya sastra hasil cipta manusia yang terdiri atas sejumlah baris dengan pertalian makna yang membentuk bait bait. Kekhasan puisi sebagai karya sastra terlihat pada persamaan bunyi juga iramanya yang indah. 

3. DRAMA adalah karya sastra yang penulisannya mengambil bentuk dialog atau bentuk cakapan yang kemudian dipertunjukkan oleh para tokoh di atas pentas.

Fungsi Karya Sastra

Fungsi karya sastra salah satunya yaitu untuk mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran serta perasaan estetis manusia pembuatnya. Ide itu disampaikan lewat amanat yang pada umumnya ada dalam sastra.